Rincian Product

Judul : Kyai Kocak Vs Liberal : Ronde #2
Penulis : Abdul Mutaqin
No ISBN : 978-602-1695-098
Kategori : Fiksi Keluarga
Cover : Sofcover
Isi : 230
Ukuran : 13,5 x 20,5 cm
Berat : 200 gr
Harga : Rp 40.000,00
Diskon : 15 %
Harga Netto : Rp 34.000,00

Kyai Kocak Vs Liberal : Ronde #2

“Perlu juga pendekatan santai dan humor dalam meruntuhkan argumen Liberal yang suka membela aliran sesat di Indonesia. Saya mengagumi setiap dialog Kyai Kolot dengan para aktivis Liberal di dalam buku ini. Selamat membaca.” (Fahmi Salim, Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Anggota Pengkajian MUI Pusat)

“Kyai Adung emang “degel” karakternya dan menohok. Buku ini mengajak kita belajar agama tanpa batasan umur.”
(Muhammad Pramluya, S.P., M.Si., Dosen Universitas Tanjungpura, Pontianak)

“Thinking by fun cara Kyai Adung. Mengedukasi bahaya SEPILIS. Menarik!”
(Khaerudin Sodiq, Mahasiswa Pasca sarjana Unisba, Bandung)

“Yang kebayang di kepala ane, Kyai Adung berperawakan sedang, imut (halagh), ada kerut kerut dikit di wajah, sinar mata jenaka, beberapa lembar kumis tipis, dan setengah ubanan. Tapi otak jailnya kaga ketulungan. Nah, kalau Anda punya penyakit Sepilis dan ketemu sama laki-laki umur sekitar 50 kurleb dengan ciri-ciri seperti diatas, waspadalah … waspadalah!”
(Sayyidah Murtafi’ah, Penulis, Tangerang)

“Kyai Adung cerdas agak sotoy, jago ngelesnya, bikin musuh terkapar stadium enam belas setengah!
(Greiche Dian, Ibu Rumah Tangga Sejati, Selangor, Malaysia)

“Kyai Adung memang kocak dalam memberi “pukulan telak” kepada para Liberalis atau Pluralis konyol.”
(Lukman Hakim Sidik, Guru, Jakarta)

“Kyai Adung, meskipun tidak muda lagi, tapi pemikirannya simpel dan berisi. Membuat kita tersenyum simpul dalam mengambil hikmah dari setiap jawabannya yang konyol tapi penuh pengajaran.”
(Alexyusandria Moenir, Dosen, Sumatera Barat)

“Kyai kolot yang bikin Sepilis, Sekuler, dan Liberal sewot, melongo, dan linglung. Dia juga kocak, bikin orang terbahak. Itulah Kyai Adung. Meskipun fiktif, kehadirannya di buku ini mampu mencerahkan.”
(Baim Azzam Syuhada, Pedagang, Cikarang)


FACEBOOK

TWITTER