Resensi buku Mengejar Pelangi di HU. Republika

Jangan Pernah Menyerah, Seinci Pun

Seperti ditegaskan oleh penulis, "Agar kita jangan pernah menyerah, seincipun, hingga detik jantung terakhir.
KAMIS, 30 APRIL 2015
Pelangi
Pelangi (wordpress.com)

Novel yang diangkat dari kisah nyata ini mengisahkan tentang perjuangan hidup Tri Handayani yang awalnya seorang atlet karate (pemegang sabuk hitam), voli, serta renang. Masa remajanya tangguh, ceria, dan sangat didukung oleh keluarganya. Tak bisa dibayangkan bagaimana hancur hatinya tatkala dokter memvonisnya terkana kanker nasofaring sedangkan ayahnya belum lama dipanggil Sang Pencipta.

Hal itu terjadi saat dia mahasiswa. Namun, Tri tidak mau larut dalam keputusasaan. Dia bangkit berjuang. Di tengah serbuan penyakit kanker, Tri Handayani tetap kuliah hingga berhasil menyelesaikan pendidikan S-2. Tak hanya itu, dia pun sangat aktif mengajar dan berdakwah, dengan memegang 14 majelis taklim ibu-ibu dan pengisi kajian Islam di beberapa perusahaan. Dia pun mengurus keluarganya tanpa pembantu rumah tangga.

Semua itu dia lakukan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, dengan melewati tujuh kali operasi, 16 kali kemoterapi, 38 kali radioterapi, 170 kali fisioterapi, 22 kali terapi akupuntur, 25 kali facial sinar radiologi. Ya, dia rela menjalani operasi demi operasi dalam keterbatasan dana. Dan, ia masih terus berjuang hingga di ujung napasnya.

Novel inspiratif ini sangat layak dibaca oleh siapa saja agar menjadi sosok yang selalu tegar dalam menghadapi kenyataan hidup apa pun. Seperti ditegaskan oleh penulis, "Agar kita jangan pernah menyerah, seincipun, hingga detik jantung terakhir.


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER