Teladan KH Ali Mustafa Yaqub

Teladan KH Ali Mustafa Yaqub

Teladan KH Ali Mustafa Yaqub,gigih dalam menjaga kemurnian sunah Nabi dan mengajarkannya; gigih mengawal akidah dan amaliah umat dari penyimpangan; serta berterus terang dalam membela kebenaran; ternyata beliau juga gigih mendamaikan kehidupan umat
SELASA, 25 OKTOBER 2016
KH Ali Mustafa Yaqub
KH Ali Mustafa Yaqub (Teladan KH Ali Mustafa Yaqub)

Teladan KH Ali Mustafa Yaqub

Tanggal 28 April 2016, umat Islam Indonesia kehilangan salah satu sosok ulama yang konsisten, tegas, tapi lembut dan bersifat terbuka, yakni  KH Ali Mustafa Yaqub. Profesor hadis tersebut terkenal sebagai sosok ulama yang istiqamah, pakar di bidang hadits dan setia mengawal akidah umat.

Kepergian mantan imam besar Masjid Istiqlal itu merupakan kehilangan besar bagi kaum Muslimin. Bahkan, tidak hanya kaum Muslimin Indonesia, tapi juga dunia. Sebagai ulama, Kiai  Ali telah memikul sekian banyak jabatan keumatan, terutama sebagai imam besar Masjid Istiqlal, komisi fatwa MUI, Rais syuriah PBNU, dan Pembina Pesantren Luhur ILmu Hadis Darus Sunnah.

Selain itu, ia juga telah menulis hamper 50an judul buku. Dengan segala kiprahnya selama ini, sungguh langka sosok seperti inidi Indonesia saat ini. Karena itu,  sudah selayaknya kaum Muslimin Indonesia, terutama generasi muda Muslim, memetik teladan dari almarhumah KH Ali Mustafa Yaqub. Menurut penulis buku ini, banyak sisi kehidpuan Kiai Ali yang layak diteladani.

“Selain gigih dalam menjaga kemurnian sunah Nabi dan mengajarkannya; gigih mengawal akidah dan amaliah umat dari penyimpangan; serta berterus terang dalam membela kebenaran; ternyata beliau juga gigih mendamaikan kehidupan umat.” (hlm 2)

Penulis mengemukakan, salah satu kiprah Kiai Ali adalah kegigihan beliau dalam mendamaikan NU dan Wahabi. Gagasan besar itu beliau tuangkan dalam buku Titik Temu NU – Wahabi. Beliau serius mendambakan kedamaian di tengah kehidupan kaum Muslimin. Dalam buku ini, gagasan Kiai Ali mendamaikan NU-Wahabi dibahas dalam 10 bab.

Bagaimanapun hal itu mungkin tidak lepas dari belakang pendidikan Kiai Ali. Ia menuntut ilmu di pendidikan NU, Jombang, Jawa Timur, selama Sembilan tahun, kemudian menuntut pendidikan Wahabi selama Sembilan tahun pula. Secara keseluruhan buku ini terdiri dari 36 bab yang mengandung nuansa biografi, pemikiran, perjuangan dan karya-karya KH Ali Mustafa Yaqub. Termasuk di dalamnya tulisan terakhir Kiai Ali di Harian Replubika, lima artikel himkah pilihan, karya ilmiah Sang Kiai, kiprah dakwahnya, guru-gurunya, masa kecilnya, gaya humornya, dan kesaksian tokoh-tokoh Muslim.

Salah satu yang sangat layak dipegang teguh oleh kaum Muslimin, terutama generasi muda Islam adalah lima pesan Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub berikut ini: Jangan mati sebelum punya buku, selalu shalat berjamaah, bermanfaat untuk umat, kemampuan berbahasa asing, serta ikhlas dalam mengabdi dan berbuat.

 


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER