Tips Percaya Diri

Gamang berbahasa

Ada yang suka mencampuradukkan kalimat berbahasa Indonesia dengan kalimat berbahasa asing dalam satu wacana, padahal itu tidak relevan untuk dilakukan
SENIN, 20 MEI 2013
Bahasa
Bahasa (bahasaindosugik.blogspot.com )

 

Sudah suratan bahwa kebanyakan orang Indonesia kerap tidak percaya diri dalam menuturkan bahasanya sendiri, sementara menuturkan bahasa orang lain pun masih berlepotan.

Ada yang suka mencampuradukkan kalimat berbahasa Indonesia dengan kalimat berbahasa asing dalam satu wacana, padahal itu tidak relevan untuk dilakukan. Tidak ada gunanya bagi pendengar. Sebab, semua pendengarnya adalah orang Indonesia asli. Lagi pula, tempatnya pun bukan kelas pelajaran bahasa asing. Mereka semua tidak sedang belajar bahasa asing tertentu. Ada pula yang gemar menyelipkan satu dua kata asing, atau satu dua frasa asing, dalam satu kalimat. Ini pun tidak bermanfaat bagi pendengar dengan situasi dan kondisi yang sama.

Beda halnya jika ada suatu istilah teknis yang belum ada padanannya dalam bahasa kita, sehingga mau tidak mau harus dituturkan dalam bahasa aslinya. Atau, sudah ada padanannya tetapi belum akrab di telinga kebanyakan orang. Nah, ini baru relevan untuk menggunakan bahasa asing di tengah wacana berbahasa Indonesia. Justru keliru jika si penutur memaksakannya dalam Bahasa Indonesia, karena bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Dari celoteh-celoteh para pencampur aduk  itu bisa disimpulkan bahwa mereka masih kurang percaya diri untuk berbahasa Indonesia, sekaligus terlalu percaya diri untuk berbahasa asing. Padahal lontaran ucapan asing mereka itu pun, terus terang, masih salah di sana-sini. Seandainya ada penutur bahasa asing asli yang kebetulan mendengarnya, tentulah ia tertawa geli.

Ada baiknya, mereka dan kita semua belajar dari Haji Agus Salim. Konon, adalah ia bumiputera pertama yang dengan gagahnya berpidato dalam bahasa Melayu/Indonesia di sidang Volksraad, sehingga membuat Belanda gerah. The Grand Old Man of Indonesia (demikian julukannya) itu adalah tokoh ideal di bidang bahasa, selain di bidang politik dan agama. Tidak kurang dari sembilan bahasa asing dikuasainya. Kendati demikian, ia tidak gamang dalam berbahasa Indonesia. (Fedrian Hasmand)

 


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER