Istighfar Menyempurnakan Kekurangan

Istighfar Menyempurnakan Kekurangan

"Yaitu di atas jalan kebaikan,berlakulah lurus dan berusahalah mendekati kebenaran. Sebab, kalian tidak akan pernah mampu menyempurnakan semua amal. Sebagai mahluk, pastilah akan ada kekurangan dan kebosanan."
KAMIS, 14 APRIL 2016
Istighfar Menyempurnakan Kekurangan
Istighfar Menyempurnakan Kekurangan (Berlaku lurus dan mendekatlah (Pada kebenaran) )

Istighfar Menyempurnakan Kekurangan


"katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya." (Fushshilat:6)

dari Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi,"Aku bertanya kepada Rasulullah,'Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam suatu perkataan yang mana aku tidak menanyakannya kepada seorang pun tentangnya setelahmu -dan dalam riwayat hadits Abu Usamah- selainmu.' Maka beliau menjawab: 'Katakanlah, 'aku beriman kepada Allah' lalu beristiqamahlah."
Al-Hafiz Ibnu rajab Rahimahullah berkata, "Al-Istiqamah adalah berjalan di atas jalan yang lurus, yaitu agama yang benar tanpa belok ke kanan maupun kiri. Hal itu mencakup melaksanakan seluruh ketaatan secara lahir dan batin, serta meninggalkan seluruh kemungkaran. Dengan demikian, wasiat ini mencakup semua unsur-unsur agama secara keseluruhan.

Nabi telah mengabarkan bahwa manusia tidak akan mampu istiqamah dengan sebenar-benarnya istiqamah, Dalam riwayat lain dari Imam Ahmad disebutkan, "Maka luruskanlah perilaku kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan tidak akan ada yang bisa memelihara wudhu kecuali mukmin."

Sabda Rasulullah "beristiqamahlah kalian" Al-Munawi berkata dalam Faidh Al-Qadir,"Yaitu di atas jalan kebaikan,berlakulah lurus dan berusahalah mendekati kebenaran. Sebab, kalian tidak akan pernah mampu menyempurnakan semua amal. Sebagai mahluk, pastilah akan ada kekurangan dan kebosanan."
Hadits ini bertujuan mengingatkan setiap orang menyadari kekurangannya, memotivasinya agar bersungguh-sungguh dan agar ia tidak bergantung pada amalnya.

'Ketahuilah bahwa amalan-amalan kalian yang terbaik adalah shalat" Maksudnya, jika kalian memang tidak mampu berbuat istiqamah sebagaimana yang diperintahkan, maka istiqamah sebagaimana yang diperintahkan, maka istiqamahlah dalam sebagainnya, yaitu dalam shalat yang sebenarnya mencakup seluruh peribadatan, baik untuk tidak membaca Al-Qur'an, tasbih, tahlil, menahan diri untuk tidak berbicara dengan manusia dan berbagai hal yang membatalkan.
Shalat adalah mi'raj seorang mukmin, ibadah yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Maka, tekunilah, sempurnakan batasan-batasannya, terutama bagian-bagian pendahuluan yang merupakan setengah dari iman (maksudnya wudhu bersuci), sebab tdiak akan ada yang bisa memelihara wudhu kecuali mukmin."

 

Fikih Istighfar Hal 43


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER