Kontroversi Imunisasi

Kontroversi Imunisasi

WHO dan UNICEF yakin bahwa program imunisasi global dengan memperluas vaksin yang rutin dan memperkenalkan vaksin-vaksin yang baru, dapat mengurangi angka kematian sebanyak 25 %. Namun golongan anti vaksin dan segelintir aktivis yang menentang imunisasi pada anak. Ironisnya mereka amat lantang menetang di halaman blog dan media social.
JUM'AT, 11 MARET 2016
Kontroversi Imunisasi
Kontroversi Imunisasi (Kontroversi Imunisasi)

Kontroversi  Imunisasi

Apa semua orang dapat dilindungi dari penyakit dengan imunisasi ?

Bagaimana bisa vaksin dianggap aman, padahal ia dihasilkan dari kuman ?

Apakah vaksin mengandung racun atau zat kimia yang berbahaya ?

Apa Vaksin  itu haram? Vaksin, kan produk zionis!

Untuk apa bayi di Imunisasi ? bukankah di tahnik dan diberi ASI saja cukup ?

Kakaknya di Imunisasi tetap sakit, sedangkan Adiknya tidak di Imunisasi sehat-sehat saja, jadi buat apa?

 

Pertanyaan seputar imunisasi  ini sering kita jumpai di dalam masyarakat Indonesia , Karena minimnya informasi  masyarakat sering kali salah kaprah memahami tentang imunisasi ini.  Di Era keterbukaan ini telah mengakibatkan mayoritas masyarakat Indonesia diterpa badai informasi yang begitu dahsyat bagai tsunami.

Realitanya sebagian masyarakat kehilangan nalar dan kebijakan dalam interaksi dengan media social. Dan sebagian ‘ Galau ‘  dan kehilangan pijakan akibat runtuhnya pondasi dasar pendidikan. Dan tak urung sektor kesehatan pun tertimpa, hal ini terlihat dengan adanya penolakan sekelompok masyarakat terhadap upaya pengendalian penyakit infeksi menular melalui vaksinasi. Masyarakat yang gamang ini tidak memerlukan informasi banyak,karena acap kali tidaklah ekuivalen dengan berilmu.

Maka IMANI-PROKAMI  atau Islamic Medical Association and Network of Indonesia  adalah Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia berkomitmen untuk menyajikan dan mengemas semua informasi bukan saja informasi komprehensif berbasis bukti  seputar imunisasi, namun juga sentuhan sisi – sisi manusiawinya. Karena berdasarkan data Badan Kesehatan Sedunia (WHO) dan Tabung Kesehatan Anak-anak Sedunia (UNICEF) tidak kurang 8 juta anak-anak di bawah 5 tahun menjadi korban penyakit – penyakit berbahaya seperti cacar dan polio  yang diawali dari infeksi sebuah virus.

WHO dan UNICEF yakin bahwa program imunisasi global dengan memperluas vaksin yang rutin dan memperkenalkan vaksin-vaksin yang baru, dapat mengurangi angka kematian sebanyak 25 %. Namun golongan anti vaksin dan segelintir aktivis yang menentang imunisasi pada anak. Ironisnya mereka amat lantang  menetang di halaman blog dan media social.

Ada beberapa sebab mengapa mereka memilih untuk tidak member vaksin kepada anak-anak mereka. Di keluarga Muslim, beranggapan bahwa kandungan vaksin tidak halal,sementara yang lain berpegang pada teori konspirasi bahwa imunisasi merupakan buatan Zionis untuk melemahkan umat Islam.

Kedua pendapat tersebut tentu tidak benar karena tidak sesuai fakta medis dan hujjah syar’iyah.  Maka melalui buku “ Kontroversi Imunisasi “ akan menjawab semua pertanyaan ini.  Dengan Ilmiah dan Cerdas buku ini menjawabnya serta menampilkan sisi humanity yang di jelaskan oleh Tim Penulis buku ini.

 


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER