Meninggikan Kembali Peradaban Islam

Meninggikan Kembali Peradaban Islam

Dewasa ini peradaban dunia dikuasai dan dipimpin oleh Barat. Orang-orang Eropa (Barat)-lah yang menghasilkan berbagai penemuan ilmiah. Hampir tidak ada atau sangat sedikit nama ilmuwan Muslim dalam deretan tokoh-tokoh ilmuwan sekarang ini.
SELASA, 9 AGUSTUS 2016
Meninggikan Kembali Peradaban Islam
Meninggikan Kembali Peradaban Islam (Meninggikan Kembali Peradaban Islam )

Meninggikan Kembali Peradaban Islam

Dewasa ini peradaban dunia dikuasai dan dipimpin oleh Barat. Orang-orang Eropa (Barat)-lah yang menghasilkan berbagai penemuan ilmiah. Hampir tidak ada atau sangat sedikit nama ilmuwan Muslim dalam deretan tokoh-tokoh ilmuwan sekarang ini.

Padahal, kalau kita mau membaca sejarah, sebenarnya justru ilmuwan Muslimlah yang menjadi perintis dan penemu berbagai penemuan ilmiah yang sangat bermanfaat bagi umat manusia hingga saat ini. Berbagai  penemuan Islamlah yang kemudian menjadi inspirasi bagi Barat/Eropa sehingga meraih kemajuan-kemajuan yang besar seperti sekarang ini.

Fakta membuktikan, sesungguhnya Islam memiliki khazanah keilmuan yang beraneka ragam. Dan sesungguhnya Islam pernah mencapai puncak kejayaan dan menjadi pusat peradaban dunia pada saat Barat mengalami zaman kegelapan. Karena itu, generasi Muslim saat ini harus bangkit untuk meninggikan kembali Islam di muka bumi ini.

Inilah pesan utama buku yang ditulis oleh Prof Muhammad Husain Masnah,seorang guru besar sejarah di Universitas  Mu’tah dan sangat produktif menerbitkan karya-karya tentang sejarah Islam.

Penulis membagi bukunya menjadi bagian pendahuluan, delapan bab dan penutup. Bab pertama berbisikan tentang pengenalan beberapa konsep peradaban kaum Muslimin, seperti definisi perdaban, kebudayaan, dan Islam.

Bab kedua mengenalkan Al quran dan Ilmu-ilmunya. Dalam bab ini dijelaskan bagaimna proses turun Al Quran, sebab-sebab turunnya, peristiwa apa saja yang dialami Al Quran, khususnya pascawwafatnya Rasulullah SAW, seperti kodifikasi Al Quran, penulisan Al Quran, sebab-sebab yang mendorongnya, serta ilmu-ilmu yang muncul pada periode-periode Islam yang berhubungan dengan Al Quran, terutama ilmu qiraah, dan ilmu tafsir.

Bab ketiga membahastentang kajian terhadap ilmu hadist dan konfikasinya serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya. Bab keempat mengupas tentang ilmu kalam, munculnya sekte-sekte keagamaan, dan ideology-ideologi baru yang dibawa oleh orang-orang yang baru masuk Islam atau dari kelompok yang sengaja bertujuan menghancurkan Islam.

Bab kelima mengkaji tentang lembaga-lembaga pendidikan Islam berikut perkembangannya. Bab keenam membahas tentang ilmu dan sastra kaum Muslimin.

Bab ketujuh membahas tentang arsitektur dan seni Islam. Dan bab kedelapan mengupas interaksi peradaban Islam dengan peradaban-peradaban lainnya.

Penulis berharap, para pembaca buku ini, khususnya generasi muda Muslim, tidak hanya sebatas bernostalgia. Justru yang jauh lebih penting adalah berupaya sungguh-sungguh untuk mengembalikan kejayaan masa silam itu. (Koran Replubika Irwan Kelana)

 


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER