Keteladanan Para Tokoh Sejarah Nasional

Keteladanan Para Tokoh Sejarah Nasional

Buku ini sangat penting dibaca oleh bangsa Indonesia. Membaca buku ini, akan membuka cakrawala kita, terutama untuk para pemuda, terhadap berbagai peristiwa politik yang terjadi di Tanah Air.
SENIN, 8 JANUARI 2018
Merawat Indonesia
Merawat Indonesia (Buku ini sangat penting dibaca oleh bangsa Indonesia. Membaca buku ini, akan membuka cakrawala kita, terutama untuk para pemuda, terhadap berbagai peristiwa politik yang terjadi di Tanah Air. )

Sejarah adalah serpihan kenangan masa lalu tentang sebuah peristiwa dan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Sejarah merupakan peristiwa masa lalu yang bias dijadikan sebagai cermin untuk masa depan. Pada setiap peristiwa yang terjadi dalamlintasan zaman, pasti banyak mengandung pelajaran.

Indonesia, negeri yang mayoritas  penduduknya Muslim, menyimpan banyak pelajaran dar kisah-kisah perjuangan masa lalu para tokohnya, yang bias dijadikan contoh dalam membangun masa depan. Buku ini memuat kisah-kisah menarik penuh keteladanan dari para tokoh umat, yang juga para pendiri bangsa (founding fathers). Sebagian isinya merupakan kisah-kisah untold stories, yang tidak pernah didapatkan dalam buku-buku sejarah.

Tidak kalah menariknya, buku yang ditulis dengan bhasa lugas dan mudah dicerna ini mampu menceritakan hal-hal yang sangat personal dan kenang-kenangan yang mungkin tidak ada dalam buku-buku sejarah.

Sebagai peminat sejarah, penulis yakin, hanya dengan memahami proses pembentukkan Negara-negara bangsa ini melalui tokoh dan peristiwanya, bangsa ini akan tumbuh menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar penulis pada kata  pengantar buku ini.

Secara keseluruhan, buku yang awalnya sebagian besar merupakan tulisan-tulisan  lepas media cetak, daring, maupun media social ini mencakup 44 tulisan. Termasuk di antaranya menentukan awal dan akhir Ramadhan: dari bom, bedug sampai Narsir, paham kebangsaan menurut Agus Salim, A Hassan dan M Natsir: sumpah pemuda Indonesia keteuran Arab: mengenang AR Baswedan; interupsi Ajengan Ahmad Sanusi:  markas perjuangan Indonesia di awal kemerdekaan, bernama Balai Muslimin Indonesia; kiprah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) ; dan Presiden Darurat Mr Sjafruddin Prawiranegara.

Selain itu, proses pembentukkan Negara kesatuan : pendapat KH A  Wahid Hasyim tentang memilih bukan Muslim; Hoaks, Masyumi dan PKI ; otak dan biang Piagam Jakarta sebagai konsensus nasional; kiprah perjuangan Mr Roem; H M Yunan Nasution berdakwah dengan pena, kata-kata dan perbuatan; Buya Hamka dan Ibnu Taimiyah; Sutan Syahrir menjual mesin jahit ; dan ulama patriot KH Soleh Iksandar.

Buku ini sangat penting dibaca oleh bangsa Indonesia. Membaca buku ini, akan membuka cakrawala kita, terutama untuk para pemuda, terhadap berbagai peristiwa politik yang terjadi di Tanah Air.

Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Cabang Jakarta, Mohammad Noer Phd, saat memberikan pengantar buku ini menjelaskan. “Banyak sekali peristiwa politik diungkapkan buku ini, yang hingga kini masih sangat relevan dengan kondisi bangsa kita yang masih banyak ‘buta sejarah.” Kata Mohammad Noer menegaskan.

 

Irwan Kelana, Republika

 

 


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER