Islamic Book Fair 2016

Bedah Buku Jalan Tengah Demokrasi; Antara Fundamentalis dan Sekularisme

Bedah buku Jalan Tengah Demokrasi, Islamic Book Fair 2016
SENIN, 7 MARET 2016
Islamic Book Fair 2016
Islamic Book Fair 2016 (Bedah buku Jalan Tengah Demokrasi, 28 maret 2016 Islamic Book Fair )

Event Islamic Book Fair 2016 alhamdulillah telah berjalan dengan sukses, tak lupa ada beberapa event besar yang diberikan pustaka al kautsar kepada para pecinta buku - buku islam di indoensia, salah satunya kami mengadakan bedah buku " Jalan Tengah Demokrasi: Antara Fundamentalisme dan Sekularisme"

Bedah buku yang menghadirkan penulis Tohir bawazir, dan beberapa tokoh muslim indonesia yaitu Ismail Yusanto perwakilan dari Hizbut Tahrir Indonesia dan Fachry Ali pengamat politik LIPI menghadirkan diskusi yang hangat dan tajam, mengenai perspektif demokrasi yang hadir di indonesia.

Tohir bawazir, memberikan penjelasan bahwa indonesia dengan berbagai aliran yang hadir di indonesia, bagaimana beliau memandang dari berbagai sudut mengenai politik yang diambil dari 4 (empat) kitab terkenal Al-Hakam Al Sultaniyyah (hukum- hukum pemerintahan) oleh Imam Al-Mawardi, Kitab Asy-Siyasih Asy-Syar'iyyah (Politik Islam) yang ditulis oleh Ibnu Taimiyyah, Imam wa Siyasih (Pemimpin dan Politik) oleh Ibnu Qutaibah dan kitab Thuruqul Hukmiyah Fi Siyasati Syar'iyah (Buku pintar memutuskan perkara ) yang menjabarkan tentang politik ilsam, persinggungan antara penguasa(khalifah,sultan,raja) dan peradilan islam dengan rakyatnya.

Penulis menegaskan tentang Fundamentalis idealis Islam yang menolak sistem demokrasi (partai politik,pemilu, dan sebagainya). yang dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam dan harus dibuang sejauh-jauhnya, hal ini sedikit bertentangan dengan pandangan Ismail Yusanto menurut beliau konteks mengenai demokrasi tidak sesuai dengan islam itu sendiri.

Ismail yusanto, memberikan pendapat beliau mengenai konteks demokrasi yang bertentangan dengan konsep islam yaitu kedaulatan yang berada di tangan rakyat. namun beliau mendukung sepenuhnya mengenai islam yang damai dalam membangun pemerintahan saat ini, lain halnya dengan Fahcry Ali dengan segala pengetahuan yang telah di dapat menjadi peneliti LIPI, secara tegas beliau memberikan pernyataan bahwa satu - satu negara islam dengan sistem demokrasi yang ada yaitu demokrasi pancasila, indonesia adalah negara paling aman dan damai dalam menerapkan konsep demokrasi diantara semua negara islam yang ada di dunia. Tentunya bedah buku ini berlangsung dengan penuh argumen, menariknya saat sesi tanya jawab hampir semua peserta bedah buku yang bertanya adalah dari kalangan pemuda, hal ini sungguh sebuah signal yang baik, bahwa para pemuda penurus generasi bangsa mau ikut berdialog dan berpartisipasi serta mengkritisi apa yang menjadi kegelisahan bangsa saat ini.

28 maret 2016, Islamic Book fair Ruang Anggrek Istora Senayan, Jakarta.


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER