Berdakwah Lewat Penerbitan Buku

Berdakwah Lewat Penerbitan Buku

Menjadi penerbit Islam terdepan dalam memberikan referensi-referensi yang dibutuhkan umat demi tegaknya kejayaan umat Islam di Indonesia. Bersikpa tasamuh dan toleran terhadap perbedaan khilafiah dan bersikap tegas terhadap penyimpangan akidah.
SELASA, 7 FEBRUARI 2017
Bapak Tohir
Bapak Tohir (Menjadi penerbit Islam terdepan dalam memberikan referensi-referensi yang dibutuhkan umat demi tegaknya kejayaan umat Islam di Indonesia. Bersikpa tasamuh dan toleran terhadap perbedaan khilafiah dan bersikap tegas terhadap penyimpangan akidah.)

Salah satu faktor utama dalam membangun peradaban sebuah bangsa, adalah ditandai dengan meningkatnya eksistensi dunia literasi dan perbukuan di lingkungan masyarakat tersebut.

Penerbit Islam termasuk garda terdepan dalam membentuk masyarakat Islam yang cerdas sekaligus dalam mewujudkan kehidupan masyrakat yang madani di Indonesia.

Berikut wawancara Reporter Harian Amanah Jakarta, Sekar Ayu dengan Direktur Utama Pustaka Al-Kautsar, Tohir Bawazir, Jakarta, Selasa (10/1).

Apa saja aktivitas Anda saat ini ?

Saya memiliki kesibukan mengelola perusahaan Psutaka Al-Kautsar sebagai aktifitas sehari-hari, dari mulai proses mencari naskah, mendiskusikan kelayakan terbitnya, hingga mendistribusikan ke masyarakat. Tentu saja semua proses pekerjaan ini sudah ditekuni sejak tahun 1989 hingga sekarang dan entah sampai kapan.

Sejak kapan mulai tertarik ke dunia penerbitan Islam?

Ketertarikan terhadap dunia literasi Islam muncul ketika masa kuliah di Solo, di pertengahan tahun 1980an, dimana isu awal kebangkitan abad XV Hijriah baru saja menggelora di seluruh dunia Islam, dimana buku-buku pemikiran Islam dari Timur Tengah mulai diterjemahkan dan masuk ke wilayah Indonesia, terutama buku-buku Ikhwanul Muslimin dari Mesir yang dikenal melalui karya-karya Sayyid Qutuhb, Hasan Al Banna, dan yang paling terutama karya-karya Yusuf Al Qaradhawi. Ada pula karya ulama-ulama Saudi Arabia, Pakistan, dan Iran (waktu itu kami belum mengerti Syiah).

Menurut Anda, Apa yang sedang terjadi dengan dunia penerbitan Indonesia?

Alhamdulillah dunia penerbitan Islam di Indonesia sangat mewarnai kemajuan fikrah, akidah dan pengetahuan umat Islam Indonesia sehingga kegiatan majlis taklim semakin marak, sekolah Islam juga tumbuh pesat, busana muslimah menjadi budaya umat Islam. Mau tidak mau itu merupakan kemajuan umat yang juga banyak disumbangkan dari buku-buku Islam yang berhasil diterbitkan para penerbit muslim.

Nilai-nilai apa yang menjadi pedoman gerak penerbit PUstaka Al-Kautsar?

Kami menjalankan misi dakwahnya selalu mengedepankan misi obyektifitas keilmuan, tidak partisan, tidak fanatic golongan dan aliran tertentu. Kita selalu mengacu dengan garis yang dibuat oleh MUI (Majelis Ulama Ulama Indonesia).  Apa yang dinyatakan sesat  oleh MUI akan kita katakan sesat. Beberapa penerbit Islam sengaja menjadi bagian komunitas Islam tertentu, namun Pustaka Al-Kautsar tetap bersifat cair dan terbuka untuk golongan Islam manapun. 

Apa visi dan misi penerbit  Pustaka Al-Kautsar ?

Menjadi penerbit Islam terdepan dalam memberikan referensi-referensi yang dibutuhkan umat demi tegaknya kejayaan umat Islam di Indonesia. Bersikpa tasamuh dan tolrean terhadap perbedaan khilafiah dan bersikap tegas terhadap penyimpangan akidah.

Bagaimana proses mewujudkan visi misi tersebut?

Kita menciptakan system kerja yang penuh suasana kekeluargaan dan bekerja serta berkarya semata-mata untuk mengabdi kepada bangsa dan agama. Sehingga suasana kerja menjadi hangat dan penuh semangat.

Apa strategi penerbit Pustaka Al-Kautsar ?

Agar usaha dan ihtiar dakwah di Pustaka Al- Kautsar tetap survive, maka kita harus pandai memproduksi buku yang diminati pasar serta memperluas cakupan usahanya dalam berbagai varian produk, yang penting tetap menjaga idealism.

Beri Solusi Lewat Buku

Tohir menulis buku “ Jalan Tengah Demokrasi” yang lahir ketika melihat fenomena sebagian umat Islam dengan para utsadz terikat dalam politik aliran Islammenolak perjuangan politik melalui jalur demokrasi dan pemilu. Di mata mereka demokrasi adalah barang haram yang harus ditolak umat Islam, akibatnya perjuangan politik umat Islam, akibatnya perjuangan politik umat Islam sering tandas di tengah jalan, karena selalu bertikai soal demokrasi.

Tohir hendak menyampaikan kepada masyrakat melalui tulisannya dalam “Jalan Tengah Demokrasi” bahwa demokrasi harus diterima sebagai pilihan politik bagi Indonesia. Tohir juga menambahkan bahwa untuk memahami secara utuh maksud dari diterapkannya system demokrasi bagi Negara majemuk seperti Indonesia maka buku tersebut akan menjawab semua keraguan.

“Bagi yang ragu, silahkan baca buku itu secara lengkap. Buku itu juga mengkritik kelompok-kelompok anti demokrasi dari anti demokrasi dari kalangan umat Islam, yang ternyata mereka gagal membuat formula yang dianggap paling Islami.”


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER