Tidak perlu meratapi masa lalu

Hidup di hari ini (2)

Beruntunglah orang yang fokus hidup di hari ini dengan begitu, ia menghapus keburukan masa lalunya sekaligus mempersiapkan masa depannya
RABU, 3 DESEMBER 2014
Pillihan hidup
Pillihan hidup (google)

Orang yang menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya tidak perlu meratapi masa lalu ataupun memusingkan masa depan.

Ya. Orang yang menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya tidak perlu meratapi masa lalunya yang kelam. Tentulah semua orang pernah berbuat buruk, dosa, dan kesalahan di masa lalu. Namun, sebesar apa pun keburukan seseorang di masa lampau, pastilah ia diampuni oleh Allah jika ia bertaubat sejak hari ini juga.

Jadi, taubat seseorang pada hari ini membuatnya memasuki lembar baru kehidupan yang diridhai oleh Allah. Maka, berbahagialah ia menjadi orang yang harinya lebih baik daripada kemarin.

Sebaliknya, orang yang berbuat buruk pada hari ini tidak perlu membangga-banggakan masa lalunya yang cemerlang. Contoh, orang yang hari ini lalai shalat lima waktu tidak perlu berbangga bahwa pada bulan Ramadhan kemarin shalat tarawihnya full. Di dunia kerja, penerjemah yang karya terbarunya buruk tidak perlu berbangga bahwa dirinya pernah dinobatkan sebagai lulusan terbaik dan tercepat di jurusan penerjemahan fakultas sastra universitas bergengsi, misalnya. Sungguh sial ia menjadi orang yang harinya lebih buruk daripada kemarin.

Juga, orang yang menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya tidak perlu memusingkan masa depan. Bagi orang yang berbuat sebaik-baiknya pada hari ini tidak ada istilah madesu (masa depan suram). Dengan logika yang sama, orang yang berbuat buruk pada hari ini tidak perlu menyalahkan siapa-siapa selain dirinya sendiri jika masa depannya berantakan.

Contoh, orang yang menuntaskan pekerjaannya hari ini tidak perlu menambah-nambah pekerjaan esok hari. Sebaliknya, orang yang menumpuk pekerjaan pada hari ini terpaksa besok kerja ekstra keras. Di dunia pekerja lepas, kerja hari ini yang berkualitas menjamin kelanggengan order-order berikutnya. Sedangkan pekerja lepas yang pada hari ini kualitas kerjanya rendah tidak usah berharap menerima order berikutnya. Pengalaman sekolah telah mengajari kita bahwa murid yang tekun belajar setiap hari pastilah siap menghadapi ulangan dadakan kapan saja. Pun, orang yang beramal dengan sebaik-baiknya setiap hari tidak perlu khawatir kalau kematian tiba-tiba menjemputnya.

Maka, beruntunglah orang yang fokus hidup di hari ini dengan memberikan yang terbaik. Dengan begitu, ia menghapus keburukan masa lalunya sekaligus mempersiapan masa depannya. (Fedrian H - editor)


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER