Akhlak Islam

Memuliakan Tamu dan Keutamaan Menjamunya

Setelah subuh sahabat tersebut bertemu Nabi lalu beliau berkata, "Allah kagum dengan cara kamu berdua melayani tamu kalian tadi malam."
KAMIS, 3 SEPTEMBER 2015
Makan
Makan (ideas.time.com)

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lalu dia berkata, "Aku dalam kesulitan (hidup susah dan kelaparan)." Maka beliau membawa orang itu ke rumah istri beliau satu persatu, menanyakan kalau-kalau mereka ada persediaan makanan. Para istri beliau menjawab, "Demi Allah yang mengutus Anda dengan benar, aku tidak sedia apa-apa selain air." Begitulah jawaban mereka masing-masing. Lalu beliau bersabda pada para sahabat, "Siapa bersedia menerima tamu malam ini niscaya dia diberi rahmat oleh Allah."

Maka berdirilah seorang laki-laki Anshar seraya berkata, "Aku, wahai Rasulullah!" Maka dibawanyalah orang itu ke rumahnya. Dia bertanya pada istrinya, "Adakah engkau sedia makanan?" Jawab istrinya, "Tidak ada, kecuali makanan anak-anak." Katanya,"Bujuklah mereka dengan apa saja. Bila tamu kita telah masuk, tunjukan kepadanya bahwa kita makan bersamanya. Bila dia telah mulai makan, berdirilah ke dekat lampu lalu padamkan. Maka duduklah mereka, dan sang tamu pun makan. Setelah subuh sahabat tersebut bertemu Nabi lalu beliau berkata, "Allah kagum dengan cara kamu berdua melayani tamu kalian tadi malam."

Dikutip dari buku Makanan & Minumam dalam Islam | Karya  Haitsam Al-Hilal | halaman 192-193 | Pustaka Al-Kautsar


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER