Memahami Ekonomi Rasulullah SAW

Memahami Ekonomi Rasulullah SAW

buku ini, penulis mengupas tentang ekonomi Rasulullah, karakteristik Rasulullah dalam bekerja, memimpin, berbisnis, dan berinfak keragaman sumber-sum,ber financial beliau, jalan-jalan pembelajaannnya, berbagai kebaktiam dengan masalah-masalah pribadi maupun bidang-bidang umum. Semua itu memperlihatkan bahwa Rasulullah SAW adalah pionir ekonom dan pakar yang layak diteladani.
JUM'AT, 3 AGUSTUS 2018
ekonomi rasulullah
ekonomi rasulullah (Rasulullah SAW adalah pionir ekonom dan pakar yang layak diteladani.)

Memahami Ekonomi Rasulullah

Tidak sedikit umat Islam yang meyakini bahwa Rasulullah lebih mengjarakan hidup miskin, meninggalkan kemewahan dunia daripada hidup kaya dan sejahtera. Ironisnya, pemikiran dan doktrin seperti ini menghadirkan keterpurukan Islam dan umat Islam secara ekonomi dan politik.

Di antaranya, separuh umat Islam adalah golongan fakir miskin, meracuni tekad dan etos kerja umat Islam dengan zuhud palsu. Bahkan, tidak sedikit para pegiat dakwah justru menganjurkan membenci dunia dan menentang seruan Islam untuk bangkit secara ekonomi dan politik. Nasib islam digambarkan hanya bisa pasrah pada takdir dan keadaan.

Kebaikan beliau melebihi kebaikan angin yang berembus. Nabi membiayai kebutuhan diri sendiri, mencukupi kebutuhan pernikahan, kebutuhan istri, kebutuhan rumah tangga, keperluan hijrah, kebutuhan kaum mawali beliau, dan kebutuhan para pelayan beliau.

Nabi juga membiayai kebutuhan sebagian sahabat dan kebutuhan orang-orang tertentu. Beliau senantiasa menanggung jamuan makan para tamu dan utusan para kabliah, menyediakan tempat menginap bagi mereka, di samping member hadiah dan cendera mata kepada mereka.

Beliau juga mendistribusikan harta kepada orang-orang mualaf, mengirim hadiah balasan, membalas kebaikan orang-orang munafik dan orang-orang non-Muslim.

Semua ini menunjukkan kekayaan dan kelapangan hidup beliau, Buku yang ditulis oleh Dr Abdul Fattah As-Samman seorang doctor dengan hasil cumlaude dan peneliti boding manajemen ekonomi profetik dibidang Ekonomi Kenabian ini membongkar tabir gelap yang selama ini menyelimuti pembahasan tentang harta Nabi dan cara Nabi mengelola ekonomi, baik untuk dirinya, keluarganya, sahabatnya, maupun umat Islam.

Penulis berhasil menyakinkan bahwa Rasulullah adalah ekonom yang ulung. Melalui buku ini, penulis mengupas tentang ekonomi Rasulullah, karakteristik Rasulullah dalam bekerja, memimpin, berbisnis, dan berinfak keragaman sumber-sum,ber financial beliau, jalan-jalan pembelajaannnya, berbagai kebaktiam dengan masalah-masalah pribadi maupun bidang-bidang umum. Semua itu memperlihatkan bahwa Rasulullah SAW adalah pionir ekonom dan pakar yang layak diteladani.

Rasulullah merupakan contoh ideal dalam bekerja dan berusaha; Beliau menggembalakan kambing, layaknya pekerjaan para Nabi pada umumnya, kemudian melakukan aktivitas dagang yang merupakan profesi paling popular bagi penduduk Makkah pada masa Jahiliyyah hingga mencapai kemampuan tertingginya dalam bidang tersebut.

Penulis mengawali bukunya dengan pembahasan tentang ekonomi Rasulullah, definisi, pertumbuhan, dan perekembangannya. Kemudian, ekonomi Rasulullah, arti penting dan karakteristiknya. Setelah itu, usaha atau mata pencaharian para Nabi. Pada Bab pertama, penulis membahas bisnis Rasulullah dan sumber-sumber pendapatan beliau. Bab kedua mengupas belanja nabi (sirkulasi keuangan beliau). Bab ketiga, wakaf-wakaf nabi (termasuk di dalamnya, perkiraan kekayaan Rasulullah SAW).

Buku ini sangat perlu dibaca oleh setiap Muslim, agar memahami ekonomi Rasulullah dan bersama-sama bergerak aktif membangun ekonomi (harta) sebagai salah satu dari tujuan utama syariat. Seorang Muslim haruslah memiliki harta kekayaan tanpa harus tenggelam di dalamnya.

 


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER